UPAYA MEWUJUDKAN PEMILU AKSES BAGI PENYANDANG DIFABEL DI KABUPATEN KLATEN

Dirilis Pada:

KPU Kabupaten Klaten berinisiatif melakukan diskusi terkait upaya mewujudkan pemilu akses bagi penyandang difabel, sebagai bagian dari persiapan menjelang pelaksanaan PILGUB JATENG 2018 dan Pemilu Tahun 2019. Diskusi dilaksanakan di kantor Paguyuban Penyandang Cacat Klaten (PPCK) yang bertempat di Jalan Kunthi Nomor 16 Barenglor, Klaten Utara, Klaten. Kegiatan tersebut diikuti oleh Komisioner KPU Kabupaten Klaten dan Pengurus PPCK, Jumat 17 Februari. Uraian berikut ini merupakan beberapa rekaman proses diskusi.

Sejak tahun 2004, pemilu saat itu sudah memasukkan isu pentingnya yaitu mempertimbangkan aspek aksesibilitas pemilu. KPU sebagai penyelenggara pemilu terus berupaya menggaungkan keberpihakan pada difabel melalui paradigma pemilu akses. Sebagai warga negara Indonesia, para penyandang disabilitas juga memiliki hak pilih yang sama dengan warga negara lainnya. UU No.19 Tahun 2011 tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas menjamin hak pilih para penyandang disabilitas dalam pemilu. Undang-Undang ini juga menyebutkan negara memiliki kewajiban untuk mewujudkan hak penyandang disabilitas dan menjamin kesamaan hak dan kebebasan yang mendasar yang salah satunya adalah hak untuk mendapatkan perlindungan dan pelayanan dalam pemilu. Usaha dalam memenuhi hak suara penyandang disabilitas pun sudah diperjuangkan dan berbagai masukan perihal aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam pemilu sudah dilayangkan ke KPU. Hasilnya, aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam Pemilu 2014 lalu menjadi salah satu isu yang cukup diperhatikan. Meski telah ikut serta meratifikasi Convention on the Right of Persons with Disabilities (CRPD) pada 10 Oktober 2011, keberadaan para penyandang disabilitas masih belum sepenuhnya terfasilitasi dalam pelaksanaan pemilu. Walaupun Konvensi Hak Penyandang Disabilitas PBB memuat hak-hak penyandang disabilitas dalam segala aspek kehidupan juga telah diikuti hadirnya UU Nomor 19 Tahun 2011. Namun sebuah realita memrihatinkan masih terjadi, dan KPU harus terus berbenah.

Materi pendidikan pemilih dapat melakukan berbagai tugas sekaligus dengan cara mendorong penyandang disabilitas untuk memilih dan membangun kesadaran masyarakat akan hak-hak warga negara penyandang disabilitas. Kampanye tersebut dapat diarahkan pada satu kelompok masyarakat, misalnya para tunanetra. Misalnya alat bantu sentuh untuk kertas suara adalah cara yang baik untuk menjamin kerahasiaan suara. Tapi alat bantu tersebut harus diberikan seiring dengan kampanye pendidikan pemilih, dan sebagaimana dijelaskan di bawah, pelatihan petugas pemilu yang menerangkan bagaimana alat tersebut digunakan dan apa yang diperkirakan akan terjadi di TPS. Misalnya, menyusun pesan bagi para pemilih, termasuk mereka yang mengalami masalah pendengaran. Materi pendidikan pemilih harus didistribusikan dalam berbagai format, misalnya poster, brosur dan video untuk memastikan bahwa semua komunitas telah terjangkau. Mengembangkan proses pendaftaran pemilih yang aksesibel dan mengidentifikasi lokasi yang aksesibel adalah cara lain mengupayakan pemilu yang lebih inklusif.

Sejumlah rekomendasi

Pertama, Penyelenggara pemilu hendaknya lebih aktif dalam memastikan penempatan TPS pada lokasi yang aksesibel dan mudah terjangkau oleh difabel. Kedua, Penyelenggara pemilu hendaknya bersungguh-sungguh dalam mengimplementasikan pemilu akses melalui pengadaan berbagai kebutuhan logistik pemilu. Ketiga, Penting kiranya agar dilakukan perbaikan sistemik dalam penyelenggaraan pemilihan umum, mulai dari pendataan pemilih dan seterusnya hingga pada tahap pencoblosan. Keempat, Penyelenggara pemilu hendaknya juga lebih terbuka dengan ide-ide inovatif terkait sistem dan penyelenggaraan pemilu yang inklusif untuk dapat memastikan peningkatan partisipasi semua masyarakat dalam pemilu mendatang. Kelima, penyandang difabel mulai dilibatkan dalam setiap tahapan pemilu, khususnya terlibat sebagai penyelenggara di berbagai tingkatan.




 

 

telah dibaca sebanyak 234 kali

Bagikan:

Tulisan Terkait:

Accessibility
Tutup