JUMAT BERSIH DEMI KINERJA KPU KABUPATEN KLATEN YANG LEBIH BAIK

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Dengarkan”]

Sebagai organisasi publik, KPU tidak lepas dari perubahan, baik dalam lingkup internal organisasi maupun perubahan yang terjadi di luar lingkup organisasi yang membawa dampak baik positif bahkan negatif bagi organisasi. Bagaimana perubahan ini dapat dikelola untuk sebesar-besarnya kemaslahatan organisasi, sehingga seburuk apapun dampak perubahan bagi organisasi, maka organisasi mampu mengantisipasinya. Atau bahkan dari cara pandang yang lebih positif, bagaimana organisasi mengelola perubahan menjadi suatu yang bermanfaat bagi organisasi, dan bagaimana organisasi mampu shaping the future bagi organisasi itu sendiri, maka KPU pun harus mampu mengelola konsep perubahan tersebut. Demikian juga para anggota organisasinya –yaitu seluruh SDM—harus pula mampu mengelola perubahan ke arah yang positif. Perubahan pola pikir dan budaya kerja KPU yang terwujud dalam peningkatan profesionalitas pegawai, berkinerja tinggi, bersih dan bebas KKN, mampu melayani publik dan memegang teguh kode etik aparatur negara. Dalam kerangka inilah, JUMAT BERSIH kembali digelar di KPU Kabupaten Klaten (Jumat, 10/2). Fokus utama bersih-bersih diawali dengan penataan logistik pemilu, berupa kotak suara dan bilik suara. Sekaligus sebagai bagian dari kegiatan stock opname tahun 2017 serta mempersiapkan logistik Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2018 dan Pemilu Serentak di tahun 2019. Lebih dari itu, ke depannya diharapkan menjadi agenda rutin. Bersih-bersih adalah bagian dari perwujudan nyata dari rasa “mencintai”, rasa “memiliki” hingga “kerelaan untuk mengabdikan hati dan pikiran secara cerdas dan ikhlas”. Sebagaimana sesanti dara para pendahulu, yaitu “rumangsa melu handarbeni, kudu wani hangrungkebi, mulat sarira hangrasa wani.”

telah dibaca sebanyak 360 kali

Bagikan: